Sekarang ini, dunia kerja udah makin dinamis banget, nggak heran kalau switch career alias pindah jalur karir jadi pilihan, terutama buat fresh graduate. Soalnya, banyak fresh graduate yang ngerasa kalau jurusan kuliah nggak sesuai sama minatnya.
Bahkan, melansir informasi Fit Small Business mengatakan bahwa 50% Gen Z menolak pemberi kerja bila nggak sejalan dengan nilai mereka serta gajinya nggak cukup. Nggak heran, kalau banyak yang ingin cari tau cara switch career buat fresh graduate agar punya pekerjaan yang lebih bagus serta sesuai sama apa yang diinginkan.
Nah, artikel ini bakal kasih tau cara switch career buat fresh graduate yang bisa Sobat HimmaBoost lakuin sendiri. Yuk, simak terus, ya!
Table of Contents
ToggleTanda-tanda Sobat HimmaBoost Perlu Switch Career setelah Lulus Kuliah
Buat bisa pindah jalur karir itu nggak melulu harus jadi karyawan dulu. Setelah lulus kuliah atau fresh graduate, Sobat HimmaBoost juga bisa langsung switch career kalau udah ngalamin tanda-tanda seperti:
- Nggak pernah merasa berkembang
- Hilang rasa percaya diri
- Sulit buat mengerjakan jobdesk sesuai jurusan
- Selalu gelisah dan nggak tenang pas ngerjain jobdesk
- Ngerasa kalau jurusan yang diambil sekarang nggak ada dampaknya
- Fisik dan mental lelah
- Kehilangan semangat dan motivasi buat mulai bekerja
- Lebih ngerasa tertarik sama kerjaan orang lain, meskipun cuma tau lewat sosmed
- Selalu nggak puas sama hasil yang dikerjain.
Cara Switch Career Buat Fresh Graduate
Kalau udah tau dan ada ngerasa tanda-tanda di atas, Sobat HimmaBoost wajib banget buat pindah jalur karir. Pahami cara switch career buat fresh graduate berikut ini:
1. Tau Sama Potensi, Minat, dan Bakat Diri Sendiri
Langkah pertama sebelum switch career buat fresh graduate adalah kenali dulu potensi, minat, dan bakat diri Sobat HimmaBoost. Jangan asal pindah jalur karier cuma karena kelihatannya keren atau banyak duitnya.
Coba pikirin dulu, apa yang bikin semangat belajar dan keahlian apa yang sering dipuji orang lain. Misalnya, ternyata Sobat HimmaBoost suka desain dan sering bantu teman bikin poster, bisa jadi karier di bidang kreatif lebih cocok daripada kerja kantoran biasa.
2. Sering Riset Tentang Bidang yang Sobat HimmaBoost Incar
Setelah tahu minat dan potensi, riset soal bidang yang diincar dan sukai jadi langkah penting dalam proses pindah karir. Pastiin buat cari tahu lebih dalam soal industri maupun divisi yang diincar, mulai dari tren, skill yang dibutuhin, sampai gaji rata-ratanya.
Misalnya, kalau Sobat HimmaBoost tertarik jadi digital marketer di perusahaan atau start up, coba baca blog, nonton YouTube, atau ikutin podcast yang bahas soal dunia digital marketing.
3. Harus Ada Niat Kuat Buat Belajar Hal Baru
Switch career itu pasti butuh belajar hal baru mulai dari nol. Jadi, niatnya harus kuat banget, nggak boleh asal-asalan dan cuma ikutin tren aja.
Sobat HimmaBoost bakal ketemu istilah asing, tugas yang belum pernah dikerjain, dan mungkin juga harus mulai dari bawah buat bisa pindah jalur karir yang berhasil. Tapi, kalau niatnya udah kuat, semua tantangan ini jadi proses belajar yang seru.
4. Ikut Kursus, Bootcamp, atau Kelas Privat di Bidang yang Dipilih
Belajar otodidak memang bagus, tapi kadang butuh juga bimbingan dari mentor. Soalnya, terkadang ada istilah-istilah asing atau teknis yang susah banget dipahami dengan sekedar liat video aja.
Jadi, cara switch career buat fresh graduate yang bisa dicoba adalah ikut kursus online, bootcamp intensif, atau kelas privat buat memperdalam skill. Sekarang udah banyak banget platform belajar, seperti RevoU, MySkill, dan masih banyak lagi yang sering buka pelatihan relevan buat switch career.
Baca Juga: 14 Rekomendasi Aplikasi Freelance untuk Pelajar SMA/SMK Nambah Cuan
5. Jalin Networking dengan Teman Satu Bidang yang Sama
Nggak bisa dipungkiri, kenalan itu penting banget di dunia kerja. Apalagi, Sobat HimmaBoost adalah fresh graduate yang baru mau switch career, jadi butuh banget koneksi sesama bidang atau divisi.
Buat jalin networking ini, Sobat HimmaBoost bisa mulai dari LinkedIn, komunitas online, atau bahkan dari kelas yang diikutin. Siapa tahu, dari situ bisa dapet info lowongan atau diajak kolaborasi.
6. Jangan Menyerah atau Berhenti Belajar di Tengah Jalan
Proses switch career nggak selalu mulus. Bisa aja ngerasa stuck, ngerasa nggak ngerti-ngerti, atau ngerasa minder sama yang udah jago duluan. Tapi jangan nyerah, semua orang juga pernah di fase pemula. Konsistensi itu lebih penting supaya berhasil switch career meskipun baru lulus kuliah.
7. Coba Ikut Magang atau Volunteer
Kalau belum punya pengalaman kerja di bidang baru, coba mulai dari magang atau volunteer. Meski mungkin nggak dibayar besar atau malah gratis, tapi ini bisa jadi batu loncatan yang penting banget buat karier Sobat HimmaBoost kedepannya.
Apalagi, dari ikut magang atau volunteer itu, semua jobdesk atau karya yang dihasilin, bisa dijadiin portofolio, loh! Jadi, cara switch career buat fresh graduate ini bisa bikin nilai tambah di mata HRD!
8. Praktik Langsung Ilmu Barunya Buat Portofolio
Skill tanpa bukti kadang kurang meyakinkan HRD. Apalagi, di era sekarang ini makin gampang banget bikin portofolio yang ternyata nggak sesuai sama skill.
Makanya, sambil belajar, langsung aja praktik dan bikin portofolio. Misalnya, Sobat HimmaBoost belajar UI/UX design, coba bikin prototype aplikasi fiktif pakai Figma. Karya ini, bisa dijadiin sebagai portofolio yang udah bagus banget.
9. Bangun Personal Branding dengan Skill Baru
Zaman sekarang, personal branding itu penting banget. Soalnya, personal branding itu bikin Sobat HimmaBoost dikenal sesuai sama passion atau skill yang dimiliki.
Misalnya, Sobat HimmaBoost suka dan punya passion di bidang desain. Nah, coba bikin desain simpel dan upload di instagram pribadi. Ini udah bisa jadi personal branding yang kuat banget, loh!
Baca Juga: 10 Cara Bangun Personal Branding di TikTok, Auto Dapet Endorse!
10. Gabung Komunitas yang Relevan
Cara switch career buat fresh graduate yang bisa Sobat HimmaBoost coba adalah gabung komunitas online yang relevan sama passion. Soalnya, komunitas seperti ini biasanya saling dukung satu sama lain buat tumbuh bareng-bareng.
Bahkan, bisa juga dari komunitas itu Sobat HimmaBoost dapet kerjaan sesuai passion. Misalnya, suka di bidang SEO, bisa coba gabung komunitas online di SEO Insight Circle (SEIC).
11. Mulai Melamar Kerja
Setelah semua persiapan dilakukan, mulai dari belajar, bikin portofolio baru, jalin networking, sampai gabung komunitas online, langsung aja mulai apply kerja.
Jangan tunggu sempurna, karena kesempatan kadang datang justru pas kita lagi coba-cobanya. Yang penting, Sobat HimmaBoost siap terus belajar dan berkembang di setiap prosesnya.
Kesalahan Fatal Fresh Graduate yang Ingin Switch Career
Buat fresh graduate, nggak cuma tau soal cara switch career aja, tapi juga harus paham kesalahan fatal yang perlu dihindari. Kesalahan inilah yang bikin Sobat HimmaBoost gagal buat pindah jalur karir.
1. Terlalu Membuat Keputusan yang Terburu-buru
Banyak fresh graduate yang buru-buru pindah karier tanpa mikir panjang. Baru beberapa bulan lulus, langsung mutusin buat banting setir tanpa pertimbangan. Padahal, switch career itu butuh rencana matang supaya nggak buang waktu dan tenaga.
2. Nggak Melakukan Riset yang Mendalam
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah nggak ngelakuin riset yang cukup. Akibatnya, Sobat HimmaBoost bisa aja masuk ke bidang yang ternyata nggak cocok atau nggak sesuai ekspektasi. Misalnya, mereka pikir kerja di agensi itu santai, padahal nyatanya penuh deadline.
3. Nggak Mempersiapkan Diri dengan Baik
Kalau nggak nyiapin skill, portofolio, dan pengetahuan dasar, Sobat HimmaBoost bakal kesulitan bersaing sama kandidat lain yang udah lebih dulu di bidang itu. Nggak cukup cuma pengen doang, harus ada usaha buat upgrade diri juga.
Baca Juga: 10 Cara Mengatur Waktu Kuliah Sambil Kerja, Mahasiswa Wajib Tahu!
4. Cuma Ikut Trend Doang, Nggak Ada Alasan yang Kuat
Jangan cuma ikut-ikutan trend kayak “semua orang sekarang pindah ke UI/UX” atau “jadi content creator itu lagi hype”. Kalau nggak punya alasan yang kuat, Sobat HimmaBoost bakal gampang nyerah waktu mulai dapetin satu tantangan pas switch career.
5. Persiapan yang Kurang Matang
Kadang, karena semangatnya tinggi banget, Sobat HimmaBoost lupa buat nyusun strategi yang matang. Misalnya, langsung pindah jalur karir yang nggak sesuai jurusan tanpa backup adanya portofolio sesuai sama kerjaan yang diincar. Dijamin, hasilnya bakalan zonk, karena nggak ada skill yang sesuai.
6. Nggak Tau Sama Bidang Apa yang Mau Dipilih
Kalau Sobat HimmaBoost masih bingung mau ke mana, lebih baik jangan terburu-buru switch career. Ambil waktu untuk eksplorasi dan kenali dulu bidang-bidang yang ada. Jangan sampai asal pindah tapi nggak tahu arahnya.
7. Niatnya Cuma Ingin Gaji Lebih Besar, Nggak Siap Sama Risikonya
Gaji besar emang menggiurkan, tapi jangan jadikan itu satu-satunya alasan switch career, terutama buat fresh graduate. Banyak bidang yang butuh proses panjang sebelum bisa dapet penghasilan tinggi. Kalau Sobat HimmaBoost nggak siap sama tekanan dan prosesnya, nanti malah kecewa sendiri atau justru stress di tengah jalan.
Yuk, Belajar Switch Career Buat Fresh Graduate yang Tepat Bersama Himmatul Boost!
Switch career atau pindah jalur karir, bisa jadi pilihan buat fresh graduate yang ngerasa selama kuliah jurusannya nggak sesuai sama passion. Merasa tertekan, nggak tenang, nggak ada motivasi, sampai kena mental, berarti udah saatnya buat pindah jalur karir.
Nggak semua pindah jalur karir itu menyeramkan, asal tau cara switch career buat fresh graduate yang tepat. Semua akan menjadi lebih mudah, menyenangkan, dan berhasil dilakukan. Jadi, buat Sobat HimmaBoost yang mau switch career, bisa coba belajar bareng sama Himmatul Boost, ya! Hubungi di sini, yuk!
