Kecilkan Distraksi, Besarkan Potensi. Mulai dari Tulisan Ini

15+ Soft Skill dan Hard Skill Digital Marketer yang Wajib Dimiliki

soft skill dan hard skill digital marketer

Pernah mendengar istilah digital marketer? Apalagi, pas Sobat HimmaBoost lagi apply loker, pasti banyak banget yang nyebutin istilah ini. Soalnya, digital marketer adalah salah satu profesi penting saat ini bagi bisnis yang bantu perusahaan buat growth dan meningkatkan penjualan.

Jadi, nggak heran kalau banyak yang ingin menjadi digital marketer karena selalu dibutuhin oleh bisnis. Tapi, nggak bisa sembarangan, Sobat HimmaBoost harus paham dulu soft skill dan hard skill digital marketer yang wajib dimiliki. Yuk, simak informasinya pada artikel ini!

Siapa Itu Digital Marketer?

Singkatnya, digital marketer adalah orang yang bertanggung jawab buat mempromosikan produk, brand, atau layanan lewat dunia digital, mulai dari media sosial, website, email, sampai platform iklan online. Tapi, kerjaan mereka bukan cuma soal bikin postingan atau pasang iklan doang. Mereka juga harus paham strategi, data, dan gimana cara menarik perhatian audiens yang tiap hari diserbu konten di internet.

Bisa dibilang, digital marketer itu kombinasi antara orang kreatif dan orang analitis. Mereka harus punya ide segar biar brand tetap relevan, tapi juga harus ngerti angka biar bisa ngukur hasil dari setiap kampanye. 

Baca Juga: 15 Jenis Skill Digital yang Paling Dibutuhkan Bisnis Saat Ini & Masa Depan

Soft Skill dan Hard Skill Digital Marketer

Sekarang, udah tahu kan siapa itu digital marketer dan tugas singkatnya? Lalu, supaya semua perannya berhasil dilakukan, apa saja soft skill dan hard skill digital marketer? Berikut selengkapnya.

Soft Skill yang Harus Dimiliki Digital Marketer

1. Komunikasi yang Efektif

Digital marketer itu nggak kerja sendirian. Mereka sering banget kolaborasi bareng tim desain, penulis, atau klien. Nah, komunikasi yang efektif bikin semua orang paham visi dan tujuan yang sama. 

Contohnya, pas Sobat HimmaBoost mau jelasin konsep kampanye ke tim kreatif, harus bisa nyampein ide dengan jelas biar hasilnya sesuai sama ekspektasi.

2. Pemecahan Masalah yang Baik

Nggak ada kampanye yang selalu berjalan mulus. Kadang performa iklan turun, engagement sepi, atau strategi nggak sesuai target. Di sinilah kemampuan problem solving dibutuhkan. Seorang digital marketer harus bisa mikir cepat, cari penyebab, dan bikin solusi biar masalah nggak berlarut-larut.

3. Berpikir Kritis, Kreatif, dan Inovatif

Dunia digital itu berubah cepat banget. Kalau Sobat HimmaBoost cuma ngikut arus tanpa mikir kritis, bisa ketinggalan tren. Selain itu, punya kreativitas dan inovasi tinggi juga bikin Sobat HimmaBoost bisa melihat peluang baru dari hal yang biasa aja. 

Misalnya, sekarang lagi banyak banget tren meme yang bisa diubah jadi strategi marketing lucu tapi tetap nyambung sama brand. Nah, peluang ini bisa dimanfaatin buat meningkatkan awareness bisnis, bahkan sampai ke konversi.

4. Mampu Berpikir Analitis

Meski keliatannya dunia digital itu soal ide kreatif, tapi nyatanya angka juga penting banget. Seorang digital marketer harus bisa baca data, kayak click-through rate, conversion, atau traffic source. Tujuannya buat tahu strategi mana yang berhasil dan mana yang perlu dirombak.

5. Peka Terhadap Tren Digital Baru

Tren di media sosial itu bisa berubah kapan saja, nggak kenal waktu. Hari ini rame bahas cara mudah dapatkan uang dari AI, besok bisa aja udah bahas cara menjadi affiliate TikTok. Sobat HimmaBoost harus punya kepekaan tinggi biar bisa cepat adaptasi dan manfaatin tren itu buat bangun branding bisnis.

6. Punya Rasa Ingin Tahu dan Ingin Terus Belajar

Digital marketing itu dunia yang dinamis banget. Tools, algoritma, dan strategi bisa berubah kapan aja. Jadi, rasa penasaran dan semangat buat terus belajar jadi bekal penting. Misalnya, belajar cara kerja Google Ads terbaru atau ngulik fitur baru di Instagram biar nggak ketinggalan menjadi langkah penting buat seorang digital marketer.

7. Intuisi yang Tajam dan Kuat

Kadang data belum tentu bisa jelasin semuanya. Di momen kayak gini, intuisi marketer berperan penting buat ambil keputusan cepat. Contohnya, Sobat HimmaBoost bisa ngerasa kalau satu konsep bakal viral walau belum dites besar-besaran. Tapi intuisi ini tetap harus didukung pengalaman dan pemahaman pasar yang baik serta berdasarkan data sebelumnya.

8. Manajemen Waktu yang Baik

Digital marketer biasanya pegang banyak tugas, mulai dari mengatur jadwal posting, meeting, menganalisis data, sampe mikirin konten. Tanpa manajemen waktu yang bagus, semua itu bisa berantakan. Dengan mengatur prioritas dan timeline, Sobat HimmaBoost bisa kerja lebih efisien dan hasilnya tetap maksimal.

Baca Juga: 11 Cara Mahasiswa Mencari Uang Tambahan, Bisa Online & Offline!

Hard Skill Seorang Digital Marketer

1. SEO dan SEM

SEO (Search Engine Optimization) dan SEM (Search Engine Marketing) itu pondasi utama digital marketing. Dengan skill ini, Sobat HimmaBoost bisa bikin website muncul di hasil pencarian Google. SEO fokusnya organik, sementara SEM pakai iklan berbayar kayak Google Ads. Intinya, dua-duanya bantu peningkatan visibilitas brand di mesin pencari dan bisa berdampak terhadap penjualan bisnis.

2. Customer Relationship Management (CRM)

CRM adalah sistem buat ngatur interaksi sama pelanggan. Seorang digital marketer harus ngerti gimana cara bangun hubungan jangka panjang, mulai dari pengumpulan data pelanggan sampai bikin strategi personalisasi biar pelanggan tetap loyal.

3. Social Media Marketing

Hampir semua brand sekarang pakai media sosial buat promosi. Tapi ngatur akun bisnis itu nggak cuma soal upload konten. Sobat HimmaBoost harus tahu kapan waktu terbaik posting, gimana gaya komunikasi yang cocok buat audiens, dan cara ningkatin engagement.

4. Performance atau PPC

PPC (Pay Per Click) kayak Google Ads atau Meta Ads itu wajib dikuasai. Skill ini bantu Sobat bikin iklan digital yang bisa ngasih hasil nyata. Kuncinya ada di riset keyword, segmentasi audiens, dan optimasi biaya biar hasil iklan maksimal tapi tetap hemat budget.

5. Ads

Selain PPC, digital marketer juga harus ngerti berbagai format iklan, kayak banner ads, video ads, dan native ads. Setiap jenis punya strategi sendiri, jadi nggak boleh asal-asalan waktu menentukan strategi ads untuk bisnis. Misalnya, video ads cocok buat brand awareness, sementara banner ads lebih efektif buat remarketing.

6. Copywriting & Content Marketing

Bisa dibilang, konten adalah jantung dari digital marketing. Tanpa copywriting yang kuat, campaign bisa gagal total. Sobat HimmaBoost harus bisa nulis teks yang menarik, informatif, dan nyambung sama target audiens. Contohnya, caption Instagram yang singkat tapi bikin penasaran dan ngajak interaksi.

7. Data Analysis

Data itu bahan bakar utama buat ngambil keputusan marketing. Dengan skill analisis data, Sobat HimmaBoost bisa tahu konten mana yang paling efektif, audiens mana yang paling potensial, dan strategi mana yang paling menghasilkan konversi.

8. Marketing Communication

Skill ini penting banget buat nyusun pesan yang kuat dan konsisten di semua kanal digital. Tujuannya biar citra brand tetap satu suara, entah itu di email, media sosial, atau iklan online. Jadi, audiens bakal lebih gampang ngenalin dan percaya sama brand Sobat HimmaBoost.

Baca Juga: 10 Cara Bangun Personal Branding di TikTok, Auto Dapet Endorse!

Cara Mengembangkan Skill Digital Marketer

Ternyata, soft skill dan hard skill digital marketer kompleks banget, ya? Nggak heran, kalau Sobat HimmaBoost terkadang merasa minder sama kompetitor buat masuk ke perusahaan. Takutnya, skillnya kalah sama mereka.

Tenang saja, Sobat HimmaBoost nggak perlu khawatir, ada beberapa cara mengembangkan soft skill dan hard skill digital marketer agar dicari oleh perusahaan, di antaranya:

  • Ikut kursus online buat nambah pengetahuan, wawasan, dan pengalaman di bidang digital marketing
  • Latih soft skill bersama teman, rekan kerja, maupun koneksi profesional Sobat HimmaBoost
  • Coba praktik langsung untuk meningkatkan pengetahuan, kayak bikin blog atau sosmed pribadi
  • Belajar lebih mendalam terkait tools digital marketing, kayak Google Analytics, Google Trend, Ahrefs, dan lainnya
  • Ikut komunitas online di bidang digital marketing, baik itu di WhatsApp, Discord, Instagram, atau lainnya
  • Bangun koneksi profesional sesama digital marketing untuk saling belajar.

Bagaimana Cara Memulai Belajar untuk Menjadi Digital Marketer?

Dengan kompleknya soft skill dan hard skill digital marketer, Sobat HimmaBoost pasti penasaran gimana buat memulai belajarnya, kan? Apalagi, kalau Sobat HimmaBoost salah satu individu yang memutuskan buat switch career, pasti bingung banget harus belajar dari mana.

Nah, Sobat HimmaBoost bisa ikuti beberapa cara di bawah ini buat mulai belajar agar bisa jadi digital marketer profesional, yakni:

  • Ikut komunitas online digital marketing, kayak di Ruang Henti Digital
  • Mulai belajar fundamental digital marketing lewat artikel blog, kayak di HubSpot, SEMrush, Niagahoster, dan lain sebagainya
  • Belajar lewat YouTube yang membahas digital marketing, kayak dari akun channel Denny Santoso, Rico Huang, Dewa Eka Prayoga, dan lainnya
  • Kalau udah punya uang, Sobat HimmaBoost bisa ikut kelas digital marketing di beberapa platform, kayak MySkill, Rakamin Academy, Revou, dan lainnya
  • Cari rekan yang satu bidang untuk belajar digital marketing.

Terus Kembangkan Skill untuk Jadi Digital Marketer Profesional & Sukses!

Bagaimana? Sekarang udah makin paham apa saja soft skill dan hard skill digital marketer yang wajib dimiliki, kan? Ternyata, kompleks banget, ya! Jadi, kalau Sobat HimmaBoost tertarik menjadi digital marketer, terus mengembangkan soft dan hard skill menjadi langkah terbaik!

Jangan takut bersaing dengan rekan seprofesi lainnya. Asalkan Sobat HimmaBoost punya tekad yang kuat, dijamin bisa bersaing dan punya peluang menjadi digital marketer profesional yang sukses membantu bisnis growth. Jadi, mulai dulu sekarang buat belajar berbagai soft skill dan hard skill digital marketer, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *