Kecilkan Distraksi, Besarkan Potensi. Mulai dari Tulisan Ini

12 Cara Menjadi Desain Grafis Pemula, Nggak Cukup Tau Warna Aja! 

cara menjadi desain grafis pemula pemula

Pernah ngeliat desain poster film, feed instagram, sampe spanduk brand yang tampak sangat menarik? Inilah hasil “karya” seorang desain grafis dengan menggunakan aplikasi, seperti Canva, CorelDraw, atau lainnya. 

Tapi, supaya hasil karyanya terlihat “wow” di mata penonton, seorang desain grafis nggak cukup tau gambar dan palet warna aja. 

Sobat HimmaBoost yang tertarik buat jadi desain grafis, tapi sama sekali belum punya pengalaman di bidang desain, nggak perlu khawatir. Tetep bisa, asalkan mau buat usaha dan nggak nyerah di tengah-tengah proses. 

Kali ini, MinBoost bakal kasih tau gimana cara menjadi desain grafis bagi pemula sampe jadi profesional, banyak dicari brand-brand ternama. Simak tipsnya di bawah ini, ya! 

Skill yang Wajib Dimiliki Desain Grafis

Meski belum punya pengalaman, Sobat HimmaBoost yang tertarik buat jadi desain grafis, wajib banget tau soft dan hard skill buat menunjang karir ke depannya. Tanpa skill ini, Sobat HimmaBoost nggak bakalan bisa jadi desain grafis profesional. 

  • Punya kreativitas yang tinggi, supaya bisa punya ciri khas sendiri, nggak nyontek karya orang lain
  • Tau dan paham soal “pemilihan font” yang tepat buat tiap karya yang dibuat
  • Bisa ngegabungin gaya tulisan yang kreatif dan inovatif buat narik perhatian audiens
  • Harus inovatif; bisa buat desain berbagai tema, anti mainstream, nggak monoton, dan bisa menyesuaikan trend
  • Wajib bisa pakai aplikasi desain, kayak Canva, CorelDraw, Adobe Photoshop, dan sebagainya
  • Paham soal desain “user experience (UX)” supaya kalau ada klien minta desain website & aplikasi, bisa bikin desain yang memberikan pengalaman terbaik buat audiens
  • Bisa ngegabungin berbagai elemen desain dalam satu karya
  • Paham soal palet warna “RGB & CMYK” dan gimana caranya ngegabungin palet warnanya supaya bisa ngehasilin karya yang menarik
  • Skill edit foto atau gambar, juga wajib Sobat HimmaBoost miliki
  • Hard skill-nya harus bisa komunikasi dengan baik sama tim divisi

Cara Menjadi Desain Grafis Pemula Sampe Jadi Profesional

1. Pahami Dulu Tugas yang Dikerjain Oleh Desain Grafis Apa Saja

Nggak cuma “gambar” aja, desain grafis itu punya tugas yang banyak dan kompleks. Misalnya, bikin grafis buat website, carousell feed Instagram, dan masih banyak lagi. Pemahaman ini bantu Sobat HimmaBoost buat lebih mudah jadi desain grafis karena udah tau apa yang bakal dilakuin nantinya. 

2. Meski Nggak Punya Pengalaman, Harus Ada Niat Buat Belajar

Mau jadi desain grafis, tapi nggak ada pengalaman di bidang desain? Tenang aja! Masih bisa, kok! Asalkan, Sobat HimmaBoost punya niat kuat buat belajar dan berkembang. Cara menjadi desain grafis ini penting banget dilakuin supaya berhasil jalani profesi ini nantinya. 

3. Mulai Pelajari Aplikasi Desain

Melansir dari BrainStation, ada beberapa aplikasi desain yang bisa dipakai. Kayak Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, InDesign, dan masih banyak lagi. Tahapan ini bantu Sobat HimmaBoost buat mulai desain sesuai kreativitas. Soalnya, di aplikasi ada banyak pilihan warna, gaya, sampe template yang memudahkan Sobat HimmaBoost ngehasilin karya. 

4. Pahami Komposisi Warna dan Cara Ngegabunginnya

Komposisi warna punya peran vital dalam desain. Kalau nggak paham dan nggak tau cara ngegabunginnya, desain yang dihasilin juga akan berantakan. Jadi, pastiin Sobat HimmaBoost paham soal komposisi dan palet warna (RGB & CMYK) supaya visualisasi desain yang dihasilin “menarik dilihat

5. Pelajari Membuat Gaya Desain yang Menarik & Unik

Nggak cuma soal warna aja, Sobat HimmaBoost juga harus tau “gimana caranya bikin gaya desain” yang menarik dan unik dibanding yang lain. 

Pemahaman ini bantu Sobat HimmaBoost menyesuaikan gaya desain seperti apa yang bakal dibikin. 

Misalnya, desain untuk website kosmetik. Cari tau warna, font, bentuk, sampe template apa yang cocok buat website tersebut. Apakah harus menyesuaikan dengan logo brand? Atau justru menyesuaikan sama produk kosmetik yang dibikin? 

Semua itu, harus Sobat HimmaBoost pahami, ya!

6. Kembangin Kreativitas dan Inovasi di Bidang Desain

Menurut, M. Andi Fikri, dosen desain grafis Umsida, salah satu cara menjadi desain grafis adalah harus mau dan bisa ngembangin kreativitas. Soalnya, kreativitas ini bantu Sobat HimmaBoost buat eksplor lebih dalam “elemen” yang dipakai pas bikin desain. Elemen inilah yang nantinya bisa bikin desain Sobat HimmaBoost terlihat menarik. 

7. Coba Ikut Kelas Desain Grafis Online

Masih belum bisa paham soal prinsip dasar desain grafis? Langkah terbaik yang bisa Sobat HimmaBoost adalah “ikut kelas desain grafis” secara online. Kayak di Purwadhika, MySkill, Skill Academy, dan sebagainya. 

Kelas ini, bakal bantu Sobat HimmaBoost buat memahami prinsip dasar desain grafis. Soalnya, langsung diajarin sama ahlinya, dan paling penting bisa praktik langsung. 

8. Gabung Komunitas Desain Grafis

Kalau nggak mau berbayar ikut kelas, coba aja gabung komunitas desain grafis. Kayak Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI), Forum Desain Grafis Indonesia (FDGI), dan lainnya. 

Biasanya, di komunitas kayak gitu, bakal ada banyak ilmu yang dibagiin gratis oleh para expert. Sobat HimmaBoost juga bisa tanya langsung soal desain grafis.

Misal, bingung pilih palet warna, nah nantinya Sobat HimmaBoost bisa tanya ke grup, pasti bakal banyak yang ngejawab dan kasih saran. 

9. Implementasikan Ilmu dengan Mengikuti Magang Dulu

Kalau udah ngerasa makin paham soal “prinsip desain”, coba deh ikut magang buat implementasikan ilmunya. Langkah ini bisa bantu Sobat HimmaBoost tambah ilmu baru dari real project perusahaan. 

Nah, di sinilah Sobat HimmaBoost bakalan tau gimana cara kerja dan tugas yang dikerjain seorang desain grafis. Meskipun nggak dibayar, tapi ilmunya bermanfaat banget, loh! 

10. Bikin Dummy Project di Sosial Media

Ngerasa sulit lamar kerjaan karena nggak punya pengalaman? Coba bikin “dummy project di sosial media” kayak Instagram. Dari project dummy ini, Sobat HimmaBoost bisa coba mengkreasikan ide dan inovasi desain sesuka hati. 

Dari dummy project inilah, bisa Sobat HimmaBoost jadiin “portofolio” desain, soalnya hasil karya sendiri, bukan mencomot orang lain. 

11. Mulai Bangun & Upgrade Portofolio

Cara menjadi desain grafis yang nggak boleh ditinggalin adalah bikin portofolio karya desain. Kenapa? 

Soalnya, portofolio menjadi “senjata digital” buat melamar kerja. Dari portofolio inilah HRD liat hasil karya yang Sobat HimmaBoost hasilin. Kalau bagus, tentu bakal diterima di perusahaan. 

Isinya bisa dari dummy project yang udah dibikin. Atau nggak juga dari karya pas ikut magang sebelumnya. 

12. Berani Ambil Peluang Kerja Online Jadi Desain Grafis

Portofolio dan CV udah bagus? Ilmu udah makin top? Saatnya, Sobat HimmaBoost buat ambil peluang kerja secara online dulu jadi desain grafis. 

Caranya? Gampang banget!!!! 

Coba cari loker dari Glints, Jobstreet, Indeed, dan website/aplikasi loker lainnya. Nah, cari loker “deasin grafis”, bisa freelance, remote, sampe full time. 

13. Terus Belajar, Upgrade Ilmu, & Dapetin Kerja Full Time Jadi Desain Grafis

Nah, kalau udah berhasil dapet kerja online, jangan cepet puas! Soalnya, desain grafis itu profesi yang harus terus upgrade & ikut perkembangan tren. 

Ketinggalan tren sedikit aja, hasil karyanya juga bakal ketinggalan, dan nggak bakal digunain sama perusahaan gegara terlalu “kuno”.

Jadi, wajib banget buat terus belajar dan upgrade ilmu supaya bisa terus dapet kerja full time atau freelance jadi desain grafis profesional. 

Berapa Rata-rata Gaji Desain Grafis di Indonesia? 

Kalau di Indonesia, desain grafis pemula itu gajinya Rp3 juta sampe Rp6 juta. Beda lagi, lagi kalau udah senior bisa Rp8 juta sampe Rp15 juta. 

Tapi, sebenarnya perihal gaji, tergantung sama skill, lokasi kerja, sampe pengalaman yang Sobat HimmaBoost miliki. Meski begiti, gaji desain grafis cukup gedhe, kok! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *